Halaman

Minggu, 24 Mei 2026

Menghidupkan Sains Lewat Kearifan Lokal: Pelatihan Pembelajaran Berbasis ETNO-STEM Guru IPA Lampung Tengah

Tim Unila dan MGMP IPA
Sabtu pagi, 23 Mei 2026, suasana Gedung Dewan Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 30 guru IPA dari berbagai penjuru Lampung Tengah meluangkan waktu berkumpul untuk belajar bersama. Hari itu, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA Lampung Tengah mengadakan Pelatihan Pengembangan Pembelajaran Berbasis ETNO-STEM dalam Mendukung Pendidikan Berkelanjutan.

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah kegiatan kolaboratif bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Pendidikan Kimia, FKIP Universitas Lampung (Unila). Melalui kemitraan strategis ini, para akademisi turun langsung ke lapangan untuk memberikan pengalaman teori ilmiah dengan memadukan kondisi nyata budaya lokal khususnya di lampung tengah.

Meskipun jumlah peserta dibatasi hanya 30 orang demi menjaga efektivitas dan kedalaman praktik, energi di dalam ruangan sangat luar biasa. Pelatihan ini menghadirkan tiga dosen hebat dari Unila sebagai pemateri utama, didampingi oleh tim mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia yang siap sedia memandu jalannya sesi teknis. Rangkaian materi dirancang secara runtut dan padat untuk mengubah cara pandang para guru dalam mengajarkan sains.
Annisa Meristin, S.Pd., M.Pd.
Konsep Dasar ETNO-STEM dan Pendidikan Berkelanjutan Sesi pertama dibuka dengan pemaparan filosofis sekaligus praktis mengenai bagaimana sains Science), teknologi (Technology), teknik (Engineering), dan matematika Mathematics) dapat dikawinkan dengan budaya lokal (Ethno) demi mendukung masa depan yang berkelanjutan.

Identifikasi Kearifan Lokal Lampung Tengah untuk Pembelajaran IPA Di sesi ini, suasana menjadi sangat interaktif. Para peserta diajak membedah kekayaan budaya, tradisi, dan komoditas khas Lampung Tengah untuk ditarik benang merah ilmiahnya ke dalam materi IPA.

Penyusunan Modul Ajar Berbasis ETNO-STEM Guru-guru tidak hanya mendengarkan, tetapi langsung ditantang merancang sintaks pembelajaran yang kreatif dan bermakna.

Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis ETNO-STEM Memasuki era digital, materi terakhir ini membekali guru dengan keterampilan teknologi untuk mengemas materi ETNO-STEM ke dalam platform digital yang menarik bagi murid generasi alfa.

Semua materi ini disampaikan dengan apik dan interaktif oleh Ibu Ni Putu Rahma Agustina, S.Si., M.Si.P., Ibu Annisa Meristin, S.Pd., M.Pd., dan Ibu Gamilla Nuri Utami, S.Pd., M.Pd. Bersama tim mahasiswa, mereka mendampingi setiap kelompok guru dengan sabar, memastikan tidak ada satu pun peserta yang tertinggal dalam sesi praktik.
Ni Putu Rahma Agustina, S.Si., M.Si.P.
Melalui pendekatan ETNO-STEM, pembelajaran IPA di Lampung Tengah diharapkan mampu bertransformasi menjadi lebih membumi. Murid tidak lagi sekadar menghafal rumus, tetapi diajak melihat bagaimana proses pembuatan makanan tradisional, memecahkan masalah sampah nasi sisa bekas MBG, membuat kain tapis, lingkungan, atau kearifan pertanian lokal ternyata mengandung prinsip-prinsip IPA. Hal inilah yang membuat pembelajaran menjadi jauh lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan murid.

Pelatihan yang padat ini walaupun hanya dilaksanakan dalam satu hari dan terasa singkat, namun memberikan esensi yang sangat bermakna. Pembatasan durasi tidak menjadi hambatan bagi kreativitas para peserta. Melalui bimbingan intensif, guru-guru IPA yang hadir mampu menghasilkan produk LKPD berbasis ETNO-STEM yang tidak hanya bervariasi dari segi materi, tetapi juga penuh dengan inovasi dan kreativitas yang tinggi. UNDUH MATERI PELATIHAN
Gamillia Nuri Utami, S.Pd., M.Pd.

Peserta Pelatihan Pembelajaran ETNO STEM MGMP IPA Lampung Tengah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar