Halaman

Senin, 05 Juli 2021

Koneksi Antar Materi Modul 1.3

 
Visi Guru Penggerak
Menjadikan sekolah sebagai rumah yang aman, nyaman dan bermakna bagi murid adalah dambaan semua pihak. Bahkan juga ada sebagian dari Bapak/Ibu guru juga menuliskan mimpi itu pada gambaran visinya. Termasuk saya guru sekaligus Calon Guru Penggerak yang juga memiliki visi sekolah yang dituangkan ke dalam mimpi murid masa depan. 


Terwujudnya pelajar yang AMAL KAYA (ber-Akhlak MuLia, Kreatif, ceriA dan berbudaYA)


Di atas adalah visi yang saya buat untuk murid masa depan di sekolah. Sederhana, namun berupaya membangun siswa atau anak yang berprofil pelajar pancasila sebagai visi utama dari pendidikan indonesia saat ini.


Dalam mencapai visi tersebut dibutuhkan pengetahuan tentang pendidikan yang paling dasar, peran dari guru serta sebuah metode yang mampu memetakan kekuatan di sekolah. Hubungan ketiga hal tersebut bisa digambarkan dalam aktivitas koneksi antar materi di bawah ini:

Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara
Menurut Ki Hajar Dewantara Pendidikan dan pengajaran merupakan upaya Menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak sehingga mencapai keselamatan juga kebahagiaan setinggi-tingginya bagi manusia dan sebagai anggota masyrakat adalah tujuan pendidikan. Seorang pendidik pada hakekatnya adalah penuntun untuk menumbuhkan atau menghidupkan kekuatan kodrat anak-anak, sehingga mampu mengubah lakunya (bukan dasarnya) juga mengembangkan kodrat anak tersebut.

Minggu, 04 Juli 2021

Kegiatan Lokakarya ke-1 CGP Angkatan 2 Kabupaten Lampung Tengah

 

Program Guru Penggerak adalah salah satu program Merdeka Belajar unggulan dari KEMENDIKBUD yang diusung oleh bapak menteri pada tahun 2020.  Program ini merupakan  episode kelima dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan dijalankan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Guru Penggerak memiliki tujuan yang luar biasa mulia dalam dunia pendidikan ini. Tujuan yang akan dicapai tergambar dalam peran-peran dari Guru Penggerak itu sendiri. Adapun peran guru penggerak adalah:

  1. Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru di sekolah dan di wilayahnya
  2. Menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran di sekolah
  3. Mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah
  4. Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
  5. Menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong well-being ekosistem pendidikan di sekolah

Kesimpulan Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Merefleksikan pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pengajaran dan Pendidikan ternyata tidak cukup hanya dalam satu hari. Memahami pemikirannya yang dalam dan jauh ke depan serta mampu menyesuaikan dengan kondisi zaman hingga saat ini adalah suatu yang luar biasa dan sangat berharga untuk dipelajari dan diterapkan. Pemikiran dengan filsafat pendidikan dan pengajaran KHD ini masih sangat relevan untuk bisa dipakai di perubahan masa ke masa hingga sekarang di era digital revolusi 4.0.

Demonstrasi Kontekstual Modul 1.3

Salah satu tugas yang harus dikerjakan dalam pendidikan Calon Guru Penggerak pada LMS adalah Demonstrasi Kontekstual. Pada kesempatan ini, saya menampilkan tentang demonstrasi kontekstual modul 1.3 tentang penerapan metode Inkuiri Apresiatif melalui tahapan BAGJA.

Apa itu BAGJA?

BAGJA merupakan sebuah singkatan yang artinya BAHAGIA (dalam bahasa sunda). BAGJA ini merupakan pengembangan dari 5 langkah utama yang digunakan dalam sebuah proses Inkuiri Apresiatif. Inkuiri apresiatif merupakan sebuah pendekatan kolaboratif untuk mengetahui kondisi suatu organisasi atau komunitas dalam mengembangkan perilaku suatu organisasi dan dijalankan dalam suasana yang positif dan apresiatif.

Lima tahapan utama yang dijalankan dalam akronim BAGJA tersebut adalah:

  1. Buat pertanyaan utama
  2. Ambil Pelajaran
  3. Gali Mimpi bersama
  4. Jabarkan rencana untuk mencapai gambaran yang diinginkan
  5. Atur Eksekusi

Berikut Demonstrasi Kontektual Modul 1.3 (KLIK TONTON)